Anwar Hafid Ingatkan pentingnya data real penanganan Covid-19

0
100

Anwar Hafid Ingatkan pentingnya data real penanganan Covid-19

Kunci keberhasilan dalam penanganan Covid-19 adalah bekerja dengan kejujuran, transparan. Untuk itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus lebih dioptimalkan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI dari Partai Demokrat Drs. Anwar Hafid, M.Si, Selasa (27/7/2021).

Anwar Hafid menyebut, pentingnya data real lapangan terkait dengan evaluasi dan monitoring penanganan Covid-19.

Menurut Anwar Hafid, data tersebut diperlukan agar dapat fokus untuk kebijakan penyelamataan baik keselamatan jiwa maupun dari situasi kesulitan ekonomi.

Anwar Hafid, yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini mengaku prihatin dengan berhembusnya kabar adanya dugaan permainan data Covid-19 yang dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah.

“Semua hal tersebut hanya bisa dilakukan jika kita memiliki data real dari lapangan, karena dari data tersebut keputusan dan kebijakan dilahirkan untuk melakukan penanganan covid-19,” kata Anwar Hafid

Anwar Hafid menilai, jika data yang disampaikan tidak sesuai dari fakta lapangan, maka banyak keputusan dan kebijakan yang akan bermasalah ke depanya.

Masalah itu, kata Anwar Hafid, mulai dari jumlah bantuan pangan, stok obat-obatan, prediksi kesiapan rumah sakit hingga hal lainnya.

“Karena itu jangan bermain-main dengan data dalam situasi krisis seperti ini, karena bisa mengancam keselamatan banyak orang. Kepala Daerah harus jujur dan transparan tentang data di daerahnya. Data tersebut harus dibuka real ke public dan dikerjakan dengan benar,” tegas mantan Bupati Morowali dua periode ini.

Anwar Hafid pun berharap, agar pada masa perpanjangan PPKM level 3 dan 4 pemerintah pusat dan daerah tetap fokus pada penanganan kesehatan warga dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Fokus pada penanganan kesehatan warga, juga segera pulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat kebijakan PPKM yang sedang berlarut-larut,” tandas Anwar Hafid. (Red)

 

LEAVE A REPLY