Bis Kinanti Diduga Jual Belikan Surat Keterangan Rapid Test Palsu

0
199

Lintasmerahputih.com (Lampung Utara) – Bepergian keluar kota bagi para pekerja merupakan salahsatu kebutuhan masyarakat, namun dimasa pendemi Covid-19 seperti sekarang ini, tentunya masyarakat harus memeperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Selasa (14/09).

Salah satu contoh yang dialami Zubir Kholis (40) warga Desa Surakarta, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Ia mendatangi kantor Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DPC Lampung Utara untuk menceritakan kronologi kejadian saat dirinya harus membayar surat Rapid Test Covid-19 (Antigen) yang diduga palsu sebesar Rp. 80 ribu kepada kondektur bis Kinanti yang ia tumpangi pada saat itu dengan tanpa tes.

Zubir menjelaskan, pada saat itu dirinya akan melakukan perjalan keluar kota dengan menumpangi bis tujuan Jakarta, ia menaiki bis dengan merek Kinanti yang juga diketahui usaha angkutan bis tersebut juga berasal dari Kabupaten Lampung Utara tepatnya di Desa Subik, Kecamatan Abung Tengah.

Ia menaiki bis PT. Semi Jaya (Kinanti) tersebut pada tanggal 11 Agustus 2021 kemarin dari Bernah kemudian berhenti sementara di loket Kalibalangan. Penumpang yang diperkirakan sebanyak 30 orang langsung dimintai KTP oleh pihak bis yakni kondektur, dengan alasan untuk membuat surat tes covid-19.

“Kami dimintai KTP kemudian tidak selang berapa lama KTP kami dikembalikan berikut diberikan surat hasil pemeriksaan laboratorium bahwa saya negatif Covid-19,” jelasnya.

“Dengan tanpa tes sama sekali, karena saya hanya diam di dalam bis, saya dimintai uang bayaran atas surat bebas covid-19 tersebut sebesar 80 ribu rupiah,” terangnya.

Lebih mirisnya lagi surat hasil tes covid-19 yang disimpan Zubir bahkan para penumpang lainnya, merupakan surat yang diduga palsu tersebut berlambang Rumah Sakit (RS) Medika Insani yang beralamatkan dijalan Sumber Jaya, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Terkait hal tersebut Tim PWRI dan media lintasmerahputih.com mengkonfirmasi pemilik usaha yang berada di Desa Subik. Idrus menerangkan bahwa dirinya tidak mengerti sama sekali terkait surat Rapid Test Covid-19 (Antigen) yang dimaksud.

“Kalau masalah surat di jalan saya sama sekali tidak mengerti. Cuma saya selalu berpesan kepada mereka (sopir/kondektur) agar tidak melalukan hal-hal yang tidak baik,” terangnya.

Surat Rapid Test Covid-19 (Antigen) yang diberikan kepada penumpang bis pada saat itu bermerek RS Medika Insani yang beralamatkan di Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara. Tertera sebagai pemeriksa Leni Susrianti, Amd.Ak. berikut Barkode dikertas juga sebagai penanggung pawab.

Diketahui pada tanggal 22 April 2021 yang lalu setiap orang yang ingin menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung diwajibkan menunjukan surat negatif Rapid Antigen/PCR atau GeNose C19.

(Tim/Red)

LEAVE A REPLY