Gempa Hantam Pasaman Barat Memakan Korban Jiwa.

0
386

Lintasmerahputih.com (Sumbar) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan 5.2 skala richter (SR) dan diikuti susulan 6,2 SR menghantam Pasaman Barat, Sumbar, Jumat (25/2/2022), sekira pukul 08.35 WIB. Titik gempa berada di 0.14 Lintang Utara dan 99.99 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. 
Meski gempa tidak berpotensi tsunami, namun sejumlah rumah penduduk dilaporkan mengalami kerusakan. Sejumlah foto-foto yang beredar di jaringan percakapan dan media sosial, memperlihat sejumlah bangunan rusak. 

Kepala BNPB Suharyanto dalam jumpa pers, yang sedang berlangsung, menyebut, “Gempa Pasbar memakan korban jiwa. Sampai siang ini tercatat dua orang meninggal dunia, 20 lainnya luka-luka
“data baru masuk. Saya besok (Sabtu) ke lokasi,” katanya.

Dalam jumpa pers tersebut kepala BMKG Dwikora Karnawati menyebut, telah terjadi gempa 15 kali gempa susulan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, juga menyebut dua warga Simpang Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Barat, tewas karena gempa 6,2 SR yang menghantam Pasaman Barat, Jumat (22/2/2022). Hal itu dikatakan Mahyeldi saat live report di iNews TV, Jumat siang.

Mahyeldi mengatakan ada beberapa daerah yang mengalami dampak yang cukup besar pasca gempa. Di antaranya Talu, Kajai dan Simpang Tigo Nagari.

“Saya mendapat informasi di Kecamatan Simpang Tigo Nagari, Pasaman Barat dua orang meninggal dunia. Kita belum tahu penyebabnya pastinya apa. Namun kemungkinan karena reruntuhan bangunan,” ujar Mahyeldi.

Selain informasi korban meninggal, Mahyeldi menyebut, potensi korban mengalami luka-luka cukup besar.

“Korban luka-luka kemungkinan banyak akibat reruntuhan bangunan. Sebab banyak masyarakat yang belum beraktivitas ke luar rumah saat itu. Perkiraan kita yang luka-luka cukup besar, tapi secara pasti kita belum mendapat datanya,” ungkapnya.

Mahyeldi juga menyebutkan, usai gempa terjadi, sambungan listrik sempat terputus begitupun sinyal telekomunikasi. Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasaman Barat fokus untuk menyelamatkan warga yang terimbas gempa bumi,

“Kita fokus untuk penyelamatan dulu Setelah itu baru pada bantuan pasca gempa. Saat ini kita akan segera membangun dapur umum,” ungkap Mahyeldi.

Sementara melihat kondisi dilapangan berkemungkinan korban akan bertambah
(RMA)

LEAVE A REPLY