FGD “Berkurangnya Kualitas Generasi Muda Minangkabau” Rektor ISI Menanggapi

0
338

Lintasmerahputih.com, Bukittinggi — FGD (focus group discussion) bertajuk “Berkurangnya Kualitas Generasi Muda Minangkabau” yang digelar Forum Komunikasi Palanta (FKP) Padang Panjang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), yang diikuti oleh Tokoh Tokoh Sumatera Barat, Menghadirkan narasumber Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat Buya Gusrizal Gazahar, Lc., M.A., Rektor UMSB Dr. Riki Saputra, M.A., Rektor Universitas Negeri Padang diwakili Sekretaris Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Dr. Musliar Kasim, Rektor ISI Padang Panjang Prof. Dr. Novesar Jamarun, M.S., dan Ketua Forum Komunikasi Palanta (FKP) Padang Panjang, Dr. Mawardi, M.Kes.
Pada kanal Zoom Cloud Meetings, hadir Ketua Gebu Minang Sumatra Barat H. Fadly Amran, B.B.A., Dt. Paduko Malano dan Keynote Speaker Gubernur Sumatra Barat H. Mahyaldi Ansharullah, S.P. berlangsung, Rabu (23/3) di Convention Hall Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Kampus III UMSB, Bukittinggi.

Pada kesempatannya Rektor ISI Padang Panjang Prof. Dr. Novesar Jamarun, M.S. Merespon tema diskusi tentang kurangnya kualitas generasi muda Minangkabau, Novesar lebih menekankan pentingnya menatap masa depan dengan melengkapi segala hal yang kurang sehingga menjadi lebih sempurna.

“Saya memilih untuk tidak sering melihat kaca spion, sekali-sekali saja, dan kalau sering-sering kendaraan yang kita bawa bisa tabrakan di jalan,” kata Novesar berfilosofi.

“Perlunya penanaman nilai-nilai kejujuran kepada anak dan orang dewasa memberi banyak keteladanan”.

“Anak akan bersikap jujur kalau orang dewasa tidak mengajarkan kebohongan. Di sini kaitannya dengan keteladanan,” kata Novesar.

Selain tentang kejujuran, Novesar juga mengimbau para orang tua dan pendidik untuk mengajarkan anak-anak ilmu sosial enterpreneurship dan berorganisasi.

“Memberi sumbangan untuk korban gempa, misalnya. Atau bersedekah di masjid, anak yatim, dhuafa, dan lainnya. Orang tua harus mencontohkan langsung, sehingga anak-anak tumbuh rasa empatinya,” pungkas Novesar Jamarun Rektor ISI Padang Panjang.
(Rommie Manasseh)

LEAVE A REPLY