Dana Desa 20 Persen Ketahanan Pagan, Diduga Belum Direlasasikan Oleh Oknum Kakam Tri Tungga Jaya

0
226

Lintasmerahputih.com (Tulang Bawang.Lampung) – Pada tahun 2022 ini, pemerintah menerbitkan kebijakan terkait pemanfaatan 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani.

Hal ini bahkan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022. Ketentuan ini tentu tidak terlepas dari adanya pandemi covid-19 yang membuat pasokan rantai ketahanan pangan mengalami gangguan sehingga diharapkan desa dapat segera berbenah untuk memperbaiki kembali.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan apa yang sudah dilakukan oleh oknum Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang pasalnya, alih-alih akan mensejahterakan warganya tapi justru memamfaatkan jabatannya untuk menggunakan anggaran dana desa untuk pencairan tahap ke-1 tahun anggaran 2022 yang di sudah di alokasikan untuk Program Ketahanan Pangan yaitu untuk kegiatan pembukaan badan jalan atau Jalan Usaha Tani (JUT).

Dari hasil pantauan dan investigasi beberapa awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat di kampung Tri Tunggal Jaya, Senin (06/06/2022) tidak ditemukan adanya pengerjaan pembukaan badan jalan atau kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani sebagaimana yang sudah di anggarkan di APBKam Kampung Tri Tunggal Jaya padahal pencairan DD tahap ke-1 sudah terealisasi anggarannya pada bulan Februari 2022.

Menurut Bendahara Kampung Tri Tunggal Jaya Bahtiar Efendi ( panggilan akrabnya Dedi ) saat dikonfirmasi awak media mengatakan, untuk program ketahanan pangan di kampung Tri Tunggal Jaya secara detail dirinya kurang paham.

“Sepengetahuan saya kalau tidak salah untuk pembangunan jembatan dan sisanya untuk membeli kambing, untuk anggarannya juga sudah di ambil oleh Kepala Kampung Nuryanto dari saya, katanya untuk membeli matrial dan kambing, tapi sampai saat ini kambingnya belum ada dan pembangunan jembatannya juga belum dikerjakan, untuk lebih jelasnya yang lebih tau operatornya si Iwan Hakim karena dia yang mengkalkulasikan,” jelas Dedi kepada awak media melalui via ponselnya Senin (06/06/2022).

Diwaktu yang sama awak media langsung mengkonfirmasi Kasi Pemerintahan sekaligus operator kampung Tri Tunggal Jaya Iwan Hakim, namun saat ditanya terkait program ketahanan pangan di kampung tersebut Iwan Hakim menolak memberikan keterangan dengan alasan dirinya tidak mengetahui secara detail program tersebut karena dirinya hanya sebatas membantu, menurut dia yang lebih paham tentang program ketahanan pangan adalah Kasi Pembangunan.

Saat dikonfirmasi melalui via ponsel Yono selaku Kasi Pembangunan Kampung Tri Tunggal Jaya juga tidak mengetahui banyak terkait Program Ketahanan Pangantersebut, menurutnya yang lebih paham adalah Musakar selaku Tim Pelaksana Kegiatannya (TPK).

Untuk mengetahui kejelasan yang sebenarnya untuk kegiatan dari Program Ketahanan Pangan Kampung Tri Tunggal Jaya, tim awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat langsung menghubungi via ponsel Musakar selaku TPK kampung tersebut.

Dijelaskan oleh Musakar sepengetahuannya Program Ketahanan Pangan yang di anggarkan dari dana desa (DD) sebesar 20 % di alokasikan untuk pembangunan jembatan dan gorong-gorong tapi sampai saat ini kegiatan tersebut belum dilaksanakan.

“Saya pernah mempertanyakan kepada bendahara kampung mas Dedi, katanya anggaran untuk Program Ketahanan Pangan dari dana desa sudah di ambil oleh Kepala Kampung Nuryanto sebesar Rp 120 jt, karena itu saya dan tim langsung mempertanyakan dengan kepala kampung kapan kegiatan pembangunan akan dilaksanakan, jawaban kepala kampung bulan depan akan dikerjakan,” ucap Musakar.

“Karena kami tak kunjung dikabari kapan pembangunannya akan dilaksanakan ahirnya kami pertanyakan lagi dengan kepala kampung, tapi jawabannya kalau sudah mau dikerjakan nanti TPK akan dikasih tau, dan sampai saat ini kepala kampung belum menghubungi kami dan sepengetahuan saya pembangunan jembatan dan gorong-gorong dari Program Ketahanan Pangan dari anggaran Dana Desa tersebut sampai saat ini belum dikerjakan,” papar Musakar.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh Bendahara Kampung, Kasi Pembangunan dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Rasyidi selaku Juru Tulis Kampung Tri Tunggal Jaya justru mengatakan kalau kegiatan untuk Program Ketahanan Pangan yang di anggarkan sebesar 20 % dari dana desa (DD) itu di alokasikan untuk pembukaan badan jalan atau Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di RK 5.

“Awalnya saya memang mengusulkan untuk pembangunan jembatan yang terputus di RK 1 dan ada juga yang mengusulkan untuk pembelian kambing tapi semuanya ngak jadi dan di alihkan untuk pembukaan badan jalan yaitu Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di RK 5 namun sampai saat ini pengerjaan Jalan Usaha Tani tersebut belum dilaksanakan, padahal menurut bendahara kampung anggarannya sebesar Rp 120 juta sudah di ambil oleh kepala kampung Nuryanto,” tutur Rasyidi kepada tim media dan LSM melalui via handpone.

Menurut Rasyidi, dirinya sudah coba mengingatkan agar kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani tersebut segera dilaksanakan karena nanti bisa menghambat pencairan DD tahap-2 bahkan bisa terancam tidak dicairkan namun faktanya sampai saat ini belum juga dikerjakan.

Yahya selaku Ketua BPK Kampung Tri Tunggal Jaya saat dihubungi tim awak media dan LSM melalui via ponselnya menyampaikan kalau dirinya juga tidak mengetahui banyak terkait program-program dari kampung karena kepala kampungnya tidak pernah koordinasi bahkan sampai saatnya kami sudah lama tidak bertemu.

“Saya tidak mengetahui Program Ketahan Pangan di alokasikan untuk kegiatan apa saja, karena saya memang tidak pernah di ajak koordinasi, jangankan untuk kegiatan yang lain justru yang menjadi hak untuk oprasional BPK tahun anggaran 2021 tidak diberikan pada kami.” Ungkap Yahya meyakinkan.

Sampai berita ini dipublikasikan Kepala Kampung Tri Tunggal Jaya Nuryanto belum bisa dikonfirmasi, beberapa kali disambangi dikantor kampung tidak pernah ada ditempat dan dihubungi melalui via ponselnya tidak menjawab

(Erwan)

LEAVE A REPLY