Terkait Dugaan Kades Ngeroom, Junerdi Sekjen LP Tipikor Nusantara Angkat Bicara

0
118

Lintasmerahputih.com (Mesuji Lampung) –Terkait pemberitaan mengenai dugaan sejumlah oknum kepala desa di Kecamatan Way Serdang, Mesuji diduga asyik ngeroom dengan wanita pemandu lagu di salah satu tempat karaoke akhirnya mengundang sorotan dari berbagai pihak.

Sorotan itu datang dari Sekjen Lembaga Pemantau Tindak Pidana Korupsi Nusantara (LP Tipikor Nusantara) Provinsi Lampung, Junerdi, ia menilai jika perilaku beberapa oknum kepala desa di Kecamatan Way Serdang yang terlibat akan hal itu merupakan suatu hal kurang terpuji sebagaimana tugas seorang pemimpin mesti wajib memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat nya.

“Seharusnya sosok pemimpin itu memberikan contoh yang baik bagi warganya, ini malah ngeroom apalagi di temani wanita pemandu lagu (PL), jika hanya ingin melepas kepenatan kan masih banyak hal positif lain yang bisa di lakukan, kalau seperti ini sudah jelas mencoreng nama baik kepala desa di Kecamatan Way Serdang,” ucapnya, Kamis (20/10).

Lebih jauh ia menuturkan, jika di simak dari keterangan beberapa oknum kades terlibat, tentang keberangkatan mereka ke tempat hiburan terhitung telah larut malam, Junerdi pun mencurigai jika hal itu memang telah menjadi kebiasaan buruk dari beberapa oknum pemimpin desa tersebut.

“Berangkat nya saja sudah larut malam, dan pulang sudah hampir pagi, jadi wajar saja jika publik menilai hal itu jangan-jangan bukan kali pertama yang di lakukan oleh beberapa oknum kades tersebut,” tutur nya.

Terlebih, kata Junerdi, baru-baru ini salah satu oknum kepala desa di Kecamatan Way Serdang terjerat dalam kasus korupsi dana desa, semestinya hal itu menjadi percontohan bagi kepala desa lain nya untuk lebih berhati-hati, dan jangan sampai menimbulkan polemik yang dapat menghilangkan kepercayaan dari masyarakat.

“Oleh karena itu, DPW LP Tipikor Nusantara telah membentuk tim investigasi dari berbagai bidang untuk melakukan kroscek di beberapa desa di Kecamatan Way Serdang untuk memastikan apakah penggunaan dana desa yang di kelola baik dari tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini telah sesuai atau pun tidak, kalau data penggunaan masing-masing desa telah ada di kami, tinggal investigasi di lapangan,” kata Junerdi.

Di tambahkan nya, jika terdapat kecurangan maupun kerugian negara, sebagaimana hasil investigasi Tim di lapangan nanti nya, maka sudah tentu pihaknya tidak segan-segan akan melaporkan kepada aparat penegak hukum guna tindak lanjut dari temuan itu.

“Tinggal di lihat hasil nya nanti, kalau ada temuan jelas akan kita laporkan dan akan di kawal hingga tuntas,” tambah nya.

Disisi lain, salah satu warga di Kecamatan Way Serdang yang minta identitas nya untuk di rahasiakan turut menyampaikan bentuk kekecewaan atas ulah dari beberapa oknum kades tersebut.

“Kepala desa itu di pilih masyarakat untuk memberikan contoh baik dan mengayomi serta memajukan desa, bukan justru memberikan contoh hal yang tidak baik seperti itu, terus terang saya sebagai warga disini tentu sangat kecewa, apapun alasan nya sudah pasti itu hal tidak baik apalagi oleh seorang pemimpin,” jelasnya.

(Red)

LEAVE A REPLY