Lintasmerahputih.com (Labuhanbatu Sumatera Utara) – Suasana penuh khidmat dan sarat nilai keilmuan mewarnai kegiatan bedah buku biografi almarhum Buya H. Ibrahim Yusuf bertajuk “Ulama dan Filsuf dari Pesisir Labuhanbatu”, yang dirangkaikan dengan peresmian Musholla Hj. Jamilah YPI Nur Ibrahimi, Senin (16/2/2026).
Kegiatan berlangsung di Sekolah Nuribrahim, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, dan dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta kalangan ulama.
Turut hadir Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, perwakilan Kapolres, Dandim 0209/LB, jajaran Forkopimda, para rektor perguruan tinggi di Labuhanbatu, perwakilan Bank Sumut, perwakilan PT Sosro, serta tamu undangan lainnya.
Menghidupkan Warisan Intelektual Ulama
Buku yang dibedah mengulas perjalanan hidup, perjuangan dakwah, serta pemikiran Buya Ibrahim Yusuf sebagai ulama yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki kedalaman filsafat dan wawasan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati Maya Hasmita menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya biografi ini penting sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan penghargaan terhadap kontribusi ulama daerah dalam pembangunan moral masyarakat.
“Buya H. Ibrahim Yusuf adalah sosok panutan yang keteladanannya layak diwariskan kepada generasi muda. Semoga buku ini menjadi inspirasi serta penguat nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian warisan intelektual tokoh lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Musholla sebagai Pusat Pembinaan Umat
Pada kesempatan yang sama, Bupati secara resmi membuka kegiatan dan meresmikan Musholla Hj. Jamilah YPI Nur Ibrahimi, ditandai penandatanganan prasasti dan doa bersama. Musholla tersebut diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus sarana pembinaan generasi berakhlak dan berilmu.
Para tokoh yang hadir mengapresiasi kegiatan yang memadukan unsur keilmuan dan spiritualitas ini. Mereka menilai acara tersebut menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat.
Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Kehadiran unsur pimpinan daerah dan kalangan akademisi menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan tokoh agama dalam membangun Labuhanbatu.
Diskusi bedah buku berlangsung interaktif dengan pembahasan pemikiran Buya Ibrahim Yusuf dalam bidang keislaman, filsafat, serta perannya dalam membina masyarakat pesisir.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhum serta harapan agar Labuhanbatu senantiasa diberkahi, maju, dan religius. Momentum ini sekaligus menegaskan identitas daerah sebagai wilayah yang menghargai ulama, menjunjung ilmu pengetahuan, dan menumbuhkan nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
(Ms Harahap)














Comment