Lintasmerahputih.com (Labuhanbatu Sumatera Utara) – Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., menegaskan pentingnya penguatan pengendalian inflasi sekaligus perlindungan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (3/3/2026), di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu.
Rapat koordinasi turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman Muqorobin beserta jajaran, Sekretaris Daerah Ir. Hasan Heri Rambe, para Asisten Setdakab, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam arahannya, Bupati Maya Hasmita menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya berkaitan dengan stabilitas harga kebutuhan pokok, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pengendalian inflasi memiliki dampak nyata terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi dan langkah konkret dari seluruh pihak,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar beserta rombongan ke Kabupaten Labuhanbatu.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Kami berharap pertemuan ini tidak sekadar seremonial, tetapi mampu memberikan masukan konstruktif bagi OPD dalam memperkuat perekonomian daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman Muqorobin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan serta mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran non-tunai melalui pemanfaatan QRIS.
Menurutnya, perkembangan digitalisasi di Kabupaten Labuhanbatu menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang telah mencapai kategori digital sebesar 95,5 persen. Selain itu, pemanfaatan kanal digital untuk Pendapatan Daerah juga telah mencapai 75 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia turut memberikan sejumlah rekomendasi guna mendukung optimalisasi ETPD dan Championship TP2DD, di antaranya optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, pemberian insentif bagi masyarakat maupun OPD, pemutakhiran roadmap TP2DD, penguatan kebijakan pendukung ETPD dan P2DD, serta peningkatan kegiatan capacity building yang terdokumentasi secara sistematis.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama pimpinan OPD, dan diakhiri dengan pemberian cenderamata serta foto bersama.
(Ms Harahap)

















Comment