Lintasmerahputih.com | Labuhanbatu, Sumatera Utara — Jembatan utama di Jalan Suka Dame, Kelurahan Urung Kompas, Kabupaten Labuhanbatu yang selama ini menjadi akses vital masyarakat dilaporkan lumpuh total dan tidak dapat lagi dilintasi hingga saat ini.
Infrastruktur tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Kelurahan Urung Kompas dan Kelurahan Danau Balai C, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Putusnya akses jembatan secara langsung berdampak pada mobilitas warga, terutama para petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk menuju kebun dan ladang.
Saat awak media Lintasmerahputih.com melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (27/2), kondisi jembatan terlihat sangat memprihatinkan. Struktur penahan di bagian bawah jembatan tampak telah terkikis akibat derasnya aliran air sungai.
Lantai jembatan juga terlihat miring dan tidak lagi memungkinkan dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Untuk sementara waktu, akses ditutup total karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan masyarakat.
Salah seorang warga setempat, Opung Karo, mengaku sangat terdampak akibat kerusakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya tidak dapat bekerja di ladang karena akses utama menuju kebun terputus.
“Sampai sekarang saya belum bisa ke ladang atau ke kebun. Biasanya lewat sini paling cepat. Sekarang putus total dan tidak bisa dilewati sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kerusakan jembatan diduga dipicu oleh pekerjaan pembekoan dan pelebaran aliran sungai di bagian hulu sebelum jembatan. Pelebaran aliran sungai yang tidak diimbangi dengan penyesuaian ruang aliran air di bawah jembatan menyebabkan arus deras menghantam tiang penyangga saat debit air meningkat.
Akibatnya, penahan beton (cor-coran) jembatan terkikis hingga akhirnya runtuh dan membuat struktur jembatan tidak lagi aman digunakan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, mengingat jembatan tersebut bukan hanya jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.
Selain itu, jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan tidak efisien sehingga semakin memperberat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Instansi yang Diharapkan Segera Turun Tangan
Sejumlah pihak dinilai perlu segera melakukan penanganan darurat dan penilaian teknis terhadap kerusakan jembatan, di antaranya:
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu — peninjauan struktur dan rehabilitasi permanen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu — mitigasi risiko dan pemasangan tanda bahaya.
Camat Rantau Selatan — koordinasi teknis dengan kelurahan dan pemerintah kabupaten.
Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan karena jembatan tersebut merupakan nadi pergerakan masyarakat dan roda perekonomian lokal. Jika dibiarkan terlalu lama, kerugian sosial dan ekonomi dikhawatirkan akan semakin besar.
Penulis : Ms Harahap
Editor : Redaksi Lintasmerahputih.com
Kategori : Infrastruktur | Daerah
Tags : Jembatan Rusak, Labuhanbatu, Rantau Selatan, Infrastruktur, Akses Warga
















Comment