Lintasmerahputih.com | Labuhanbatu, Sumatera Utara — Situasi yang dinilai mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Labuhanbatu setelah Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Labuhanbatu, Zahara Nasution, diduga mengalami intimidasi langsung dari seorang pria tak dikenal di ruang publik, Rabu (01/04/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kota Rantauprapat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria misterius itu tiba-tiba mendatangi Zahara Nasution dan melontarkan kalimat bernada ancaman.
“Hati-hati, nanti kau menangis,” ujar pria tersebut, sebagaimana dituturkan sumber yang berada di lokasi kejadian.
Ucapan tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat peristiwa berlangsung di tempat umum dan diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi serta pemberitaan yang tengah menjadi sorotan publik, khususnya terkait isu pelayanan di salah satu Puskesmas di Kota Rantauprapat.
Dugaan Upaya Pembungkaman
Insiden ini dinilai bukan sekadar peristiwa biasa. Ketua LPAI Labuhanbatu, Agun Noto, S.Kom, menegaskan bahwa pihaknya melihat kejadian tersebut sebagai bentuk intimidasi yang berpotensi mengarah pada upaya pembungkaman terhadap kerja sosial dan fungsi kontrol masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ancaman dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, apalagi terhadap pihak yang menjalankan fungsi sosial dan advokasi untuk kepentingan publik,” tegas Agun.
Ia menambahkan, kebebasan menyampaikan kritik dan menjalankan kerja kemanusiaan merupakan hak yang dijamin undang-undang dan tidak boleh diganggu oleh tekanan maupun ancaman terselubung.
Aparat Diminta Bertindak Cepat
Hingga berita ini diturunkan, identitas pria yang diduga melakukan intimidasi masih belum diketahui. Motif di balik aksi tersebut juga masih menjadi tanda tanya besar.
LPAI Labuhanbatu mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta memastikan keamanan pihak yang merasa terancam.
“Kami berharap aparat tidak menganggap ini persoalan sepele. Negara harus hadir memberikan rasa aman,” lanjutnya.
Alarm Keamanan Aktivis Sosial
Peristiwa ini menambah daftar dinamika sosial yang tengah berkembang di Labuhanbatu dalam beberapa waktu terakhir. Muncul kekhawatiran bahwa intimidasi terhadap aktivis sosial dapat menciptakan iklim ketakutan di tengah masyarakat.
Pengamat sosial menilai, jika tidak ditangani secara serius, tindakan semacam ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan partisipasi publik dalam pengawasan pelayanan masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang.
Ms Harahap Kaperwil Labuhanbatu
Editor Redaksi Lintasmerahputih.com

















Comment